tempe mengecilPara perajin tahu dan tempe khususnya di wilayah Sidoarjo kini mulai khawatir harga kedelai impor naik hingga Rp 9.000 per kilogram (kg). Pasalnya, mereka belum menaikan harga tahunya di pasaran.

Disinyalir, naiknya harga kedelai impor tersebut merupakan dampak dari jatuhnya nilai Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga ke level Rp 13.000 per US$. Akibatnya, harga kedelai impor tergerek naik dari awalnya Rp 7.000 ke Rp 9.000 per kg.Padahal harga kedelai import yang dijual itu harga 3-4 bulan yang lalu kemudian di naikkan oleh importir kedelai untungya berlipat-lipat, dan kedelai import itu berbahaya bagi kesehatan karena produk GMO.

Apa itu GMO?

GMO singkatan dari Genetically Modified Organisms, yaitu mahluk hidup yang telah ditingkatkan kemampuan genetisnya melalui rekayasa genetis. Tanaman lain yang sudah jelas transgenik yang ada di Indonesia adalah jagung dan kedelai. Sedangkan tanaman lainnya yang juga termasuk GMO : kentang, tomat, alfalfa, daging, ayam, susu dari hewan yang diberi pakan non organik, beras (lihat keterangan di bawah ciri-ciri mengenali produk GMO).

Apa akibatnya untuk manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya jika mengonsumsi produk GMO dan hasil olahannya?

Menurut jurnal kesehatan, akibat makanan transgenik ini tidak begitu kelihatan jika dikonsumsi oleh manusia, oleh karena itu ahli biologi menguji cobakan terhadap tikus, dan hasilnya mencengangkan : tikus menjadi mandul, lemah, gerak lakunya lamban, terdapat sel kanker di otak dan saluran cernanya. Lantas apakah ini juga harus terjadi terhadap manusia? Belum ada yang menjelaskan di negara saya.

Apakah produk GMO juga sudah ada di swalayan, pasar tradisional, dan toko-toko makanan di Indonesia?

Tidak ada yang meneliti! dan tidak dipedulikan! 😦  Konsumen di Indonesia hanya fokus terhadap label “HALAL” yang dikeluarkan oleh MUI, dan pernyataan MUI pun katanya “belum pernah mengeluarkan izin halal bagi produk GMO” benarkah?

halal-ilustrasi-_120127154605-405

Simak artikel di bawah ini, yang dipostingkan oleh : GFI yang diterbitkan tanggal 9 Januari 2014, bersumber dari “storify.com

Kedelai yang dikonsumsi di Indonesia sebagian besar adalah impor dari AS. Padahal kedelai AS hasil rekayasa genetik (GMO) dari Monsanto. GMO (Genetically Modified Organism) atau Makhluk Hidup hasil Rekayasa Genetik sangatlah berbahaya karena dapat menyebabkan penyakit baru. Selain itu rekayasa genetik juga melanggar hukum Sunatullah (hukum dasar penciptaan) karena merusak susunan keseimbangan alam semesta.

Sudah banyak tragedi dalam sejarah manusia yg ditimbulkan oleh GMO, contohnya adalah penyakit Kanker, AIDS, dan berbagai virus flu. Saat ini 90% produk pertanian dan perternakan dunia dikendalikan oleh Monsanto yg merupakan hasil GMO yang berbahaya bagi manusia.
Saat ini 90% produk pertanian dan perternakan dunia dikendalikan oleh Monsanto yg merupakan hasil GMO yang berbahaya bagi manusia. Berikut ini adalah contoh ayam hasil dari rekayasa genetik (GMO) yang juga biasa dikonsumsi penduduk Indonesia:
Ayam GMO

Enam tahun lalu saya sudah memperingatkan kepada IPB (Institut Pertanian Bogor) tentang bahaya Monsanto & GMO tapi tidak dianggap serius.
Penjelasan lengkap tentang GMO atau Makhluk Hidup hasil Rekayasa Genetik bisa dilihat di gambar ini:

projek gmo

Sudah lebih dari 200.000 petani di seluruh dunia bunuh diri karena gagal panen. Bibit mereka adalah GMO yang diperoleh dari Monsanto. Juga produk pestisida yg mereka distribusikan sangat berbahaya bagi hewan dan manusia karena dapat menyebabkan kerusakan organ-organ tubuh.

Produk pestisida yang banyak digunakan pada pertanian saat ini sangat berbahaya bagi manusia:
pestisida gmo

Di Eropa dan Jepang, produk GMO (hasil rekayasa genetik) sudah dilarang dan mereka kembali pada produk organik. Bagaimana dgn Indonesia?
Mau aman dari produk GMO dan Monsanto? Tanam dan peliharalah makananmu sendiri, gunakan pupuk dan pestisida alami.
Oh iya, jangan lupa hindari makan makanan dari restauran siap saji dan produk instan. Bahan-bahannya dari GMO:

makanan gmo

Apakah produk GMO juga sudah ada di swalayan, pasar tradisional, dan toko-toko makanan di Indonesia?

Tidak ada yang meneliti! dan tidak dipedulikan! 😦 😦 😦 Konsumen di Indonesia hanya fokus terhadap label “HALAL” yang dikeluarkan oleh MUI, yang lain? hmm kembali saya menarik nafas dalam-dalam.. 😦

Renungan : “Makanlah makanan yang baik dan diizinkan”

Kedengarannya sederhana, “makanlah makanan yang baik dan diizinkan”, benarkah sesederhana itu? Dalam menjalani kehidupan di dunia ini manusia diatur oleh agama untuk menjalaninya agar bisa menentukan pilihan hidupnya, toh banyak orang bijak mengatakan “hidup itu pilihan”. Pilihan yang dimaksudkan adalah tentu yang akan berakhir di Surga, bukan di Neraka. Coba renungkan adakah orang bejat, orang penuh dusta, orang jahat, suka menipu, suka mencuri, suka ‘ngemplang’ utang, suka bohong, manipulatif, berhianat, dan suka suka lainnya yang tidak terpuji itu mengatakan bahwa tujuan akhir hidupnya adalah ingin di Neraka? Jawabannya pasti TIDAK! Lalu mereka ‘ngeles’ bahwa hidup di dunia hanya sekali, maka nikmatilah! Hmmmm… 😦

Isu adanya “Dunia Baru” sudah seringkali saya dengar dan saya baca, baik di buku yang dijual bebas, mau pun di media elektronik, bahwa kelak penduduk dunia ini hanya tinggal sedikit saja, istilah lainnya adalah “misi pengurangan penduduk bumi” dan pemimpin dunia baru ini adalah “mereka” yang membuat peraturan untuk semua penduduk dunia. Caranya? membuat orang sakit, dan cepat atau lambat mati atau dimatikan saja. Siapa kira-kira yang akan mengalami hidup dipendekkan di dunia dengan sengaja ini? Saya tidak mau berspekulasi, dan tidak mau mengungkapkan, masih menunggu bukti? Hidup saya hanya untuk ZATyang menciptakan saya, tapi tenaga saya di dunia adalah untuk orang-orang di sekitar saya, membutuhkan atau tidak, tetap saya akan berusaha berbuat terbaik yang bisa dilakukan dengan segala keterbatasan. Masih pertanyaan : Mengapa Monsanto membuka agen di Indonesia, sehingga para petani diharuskan membeli bibit GMO? Sejak saya kecil sampai sekarang, makanan yang saya sukai adalah tempe, tahu, dan jagung. Saya pikir hampir semua penduduk Indonesia ini mengonsumsinya. Mengapa jagung dan kedelai adalah dari bibit GMO? Mengapa sekarang jarang sekali di swalayan ada jagung organik, tapi selalu jagung transgenik yang manis? RRC negara sejuta produk menolak mentah-mentah jagung GMO, dan negara ini “perang” melawan transgenik yang diekspor oleh AS. Indonesia bagaimana? adakah yang peduli? mengapa rakyat Indonesia harus sakit dan berpenyakitan?

Sakit adalah tanda.

Mengapa orang sakit? Ah.. tentu saja semua juga bisa menjawabnya… 🙂 Umumnya dan paling banyak menjawab : karena kurang makan, makanannya tidak cukup bergizi, terlalu banyak kerja jadi sering lupa, tidak olah raga, karena merokok dan minuman keras, kecelakaan, telat makan, pola hidupnya tidak baik, sakit turunan, ketularan sakit… 😦 Tapi hanya sedikit sekali yang menjawab: “makan apa saja selama ini?”

“Hak kita untuk memakan makanan yang baik”

Bagi orang yang sangat mendalami masalah agama, tentu orang sakit akan dikaitkan dengan “dosa”, dan ini adalah bisa berarti “hukuman” atau “teguran”. OK, saya bukan ulama yang berkompeten masalah ini, tapi saya hanyalah manusia biasa yang mencoba mengukur tanda-tanda datangnya orang menjadi sakit saja. Jadi instruksi atau nasihat “makanlah makanan yang halalan dan thoyiban” itu adalah penuh makna, jangan menganggap enteng masalah ini…  Ini yang saya jalankan agar saya terhindar dari sakit. Bukan berarti saya tidak pernah sakit, pasti setiap orang pernah mengalaminya. Sakit di sini adalah sakit yang dibuat sendiri akibat perbuatan kita yang salah, bisa salah karena ketidak-tahuan, ketidak-pedulian, dan tidak ada orang di sekitarnya yang mengingatkan atau di lingkungannya dia berada sama tidak tahu, sama tidak pedulinya. Kalau ada satu orang yang peduli dan menyebarkan informasi ini,  mereka pun hanya mencibir, dan mengatakan “ah kau sok tahu” buktinya apa? Orang juga pada makan tuh! Lihat! Ini makanan ada label halal dari MUI, ada Izin edarnya, ada keterangan BPOM segala. Masa iya sih Pemerintah ini akan menjerumuskan rakyatnya? masa iya sih MUI membolehkan umatnya kalau memang ini makanan tidak baik? Berat ya kalau jadi orang terlalu banyak tahu? =D saya juga tidak ingin mendiamkan saja ada sesuatu yang dianggap tidak beres di tempat di mana saya menjalani kehidupan ini. Saya merasa beruntung atas informasi yang bisa saya dapatkan dengan hanya “klik” dan semua pengetahuan terbuka untuk kita. Kewajiban saya adalah memberitahukannya lagi kepada semuanya. Ini sama dengan informasi berantai, tidak sembunyi dan tidak menggunakan cara intel, memata-matai gerak laku dengan tujuan tertentu. Ini adalah forum bebas berpendapat dengan santun dan beretika.

Kesimpulan : Jangan membiasakan diri membeli produk impor dan produk domestik kalau tidak cukup tahu bahaya dan manfaatnya, meski pun Anda cukup uang untuk membeli kebutuhan hidup sehari-hari. Tingkatkan wawasan pengetahuan belanja  Anda.  

Ini penting untuk menjaga keberlangsungan hidup sehat keluarga Indonesia

4-sht-5-sempurna

Anda semua memiliki hak untuk tahu apa yang ada di makanan Anda.

Informasi yang saya dapatkan dari salah satu blog yang saya ikuti tentang produk makanan GMO, mari simak tulisan di bawah ini Pada bulan Maret 2013, Whole Foods Market di Amerika mengumumkan bahwa  akan memberikan label GMO terhadap semua produk  yang dijual di semua toko makanan di Amerika Serikat dan Kanada yang mengandung Genetically Modified Organisms (GMO).

Karena GMO, mayoritas jagung, kedelai, kanola, biji kapas dan gula bit dihasilkan dari tanaman GMO di AS. Whole Foods Market bekerja keras dan telah berkomitmen untuk memiliki pelabelan untuk semua produk pada tahun 2018. (Whole Foods Market adalah rantai toko makanan nasional pertama di AS untuk menetapkan batas waktu untuk transparansi GMO). Menjual lebih dari 4.800 produk diverifikasi Non-GMO dari 250 merek yang ada.

Pertanyaan saya : Apakah Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Pertanian memperhatikan kesehatan rakyat Indonesia sehubungan dengan peringatan mengenai bahaya produk GMO?

Beberapa tips tentang cara menghindari transgenik.

Ali Zum Mashar, Temukan Pupuk Ala ‘Google’

4844_1071606190691_1242227892_30171132_2624380_n

Ali Zum Mashar, mahasiswa S3 program studi Ekonomi Sumber Daya Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB), berhasil menemukan mikroba yang dapat mengembalikan kondisi kesuburan tanah. Berkat kejeniusannya, ia meraih penghargaan Hak Kekayaan Intelektual Luar Biasa tahun 2009.

Ali memberi nama mikroba temuannya BIOP 2000Z. “Mikroba ini dapat mencari dan menemukan potensi tersembunyi yang ada di dalam tanah. Jadi kayak google (mesin pencari situs di internet) gitu,” ucapnya kepada wartawan, Jumat, 30 Oktober 2009.

Mikroba temuannya mampu menyuburkan berbagai jenis tanah yang hendak ditanami. “Jadi, segala jenis tanah dapat disuburkan kembali. Meskipun tanah itu tanah bekas tambang, tanah berpasir, atau tanah gambut,” katanya.

Dengan bantuan mikroba temuannya, sebidang tanah bekas tambang hanya membutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk dapat ditanami kembali. Hal itu lebih cepat 10 kali lipat dibandingkan dengan metode penyuburan konvensional tanah tambang yang membutuhkan waktu sekitar 30 tahun.

“Kami sudah menguji cobakan di daerah Kerengpangi, Kalimantan Tengah. Dengan menggunakan 3 liter mikroba untuk tiap hektarenya, Kerengpangi yang merupakan tempat penambangan emas dapat disuburkan kembali,” Ali menjelaskan.

Sedangkan tanah berpasir, membutuhkan waktu yang lebih singkat. Dengan menggunakan mikroba sebanyak 8 liter per hektarenya, kesuburan tanah berpasir akan didapat dalam waktu tiga sampai empat bulan. Pemakaian mikroba ini juga dapat menghemat pemakaian pupuk.

Pupuk Mikroba Bio P dan Kedelai Raksasa
16 Tahun lalu petani kedelai kita makmur. Waktu itu produksi kedelai surplus hingga 1,8 juta ton. Namun kejayaan itu tak lama, maklum kran impor dibuka tahun 1998. Gelontoran kedelai dari luar negeri pun terus mengucur, akibatnya petani enggan menanam kedelai. Lahan kedelai terus menyempit. Tiba-tiba kedelai hilang dan harganya melambung, Indonesia pun kelimpungan. Negeri ini sudah sangat bergantung pada kedelai Amerika. Kelangkaan kedelai, seharusnya tidak perlu terjadi jika pemerintah tak mengacuhkan temuan-temuan kedelai plus para peneliti. Pupuk temuan mikroba Bio P2000Z bisa membuat kedelai biasa tumbuh menjadi kedelai raksasa setinggi empat meter.

4844_1071593950385_1242227892_30171093_989322_n

Menyuburkan
Pabrik pupuk organik Bio P2000Z berada di Cileungsi, Jawa Barat. Pupuk ini mampu menyuburkan kedelai hingga berukuran raksasa, dengan tinggi hampir empat meter. Jumlah polongnya pun mencapai sekitar 3000 buah. Biasanya, tanaman kedelai paling-paling hanya setinggi 70 cm, dengan jumlah polong rata-rata 50 buah.

Penemu pupuk ini adalah Ali Zum Mashar. Belakangan dia begitu sibuk diundang ke berbagai tempat gara-gara kisruh kedelai. Ia diminta memaparkan temuan kedelai supernya. Memang berkat pupuk ciptaannya, kedelai mampu menghasilkan kacang berlipat ganda.

Ali Zum Mashar: “Benih ini setaraf dengan lima kedelai lokal yang dulu. Kalau mau kedelai-kedelai yang bagus, kita sumber benihnya ada semua”

Mahluk super mini jenis mikroba, itulah yang berperan penting menghasilkan kedelai produktif ini. Keistimewaan mikroba, menurut Ali, mampu menghasilkan zat hara dan nutrisi penyubur tanah. Alumnus Universitas Jenderal Sudirman, Purwokerto itu selama sekitar 10 tahun berkutat meneliti mikroba apa saja yang bisa menyuburkan tanaman, sekaligus ramah bagi manusia mau pun lingkungan.

Ali Zum Mashar: “Saya mencari dan memburu mikroba-mikroba yang bagus di daerah gambut yang sangat masam. Itu ada semacam danau yang air gambutnya hitam sekali yang di situ sangat masam dan kehidupan di situ relatif kecil. Tetapi ternyata di situ ada mikroba-mikroba spesial yang hidup dengan baik. Setelah kita ambil, kita kultur itu adalah mikroba-mikroba bermanfaat dan bukan patogen”

Dari hasil perburuan itu, terkumpul 18 jenis mikroba. Dengan formula tertentu, jazad renik itu diadon menjadi pupuk hayati baru, yang oleh Ali diberi nama Bio P2000Z. Bio artinya bahan hidup, P untuk perforation technology, 2000 sebagai tahun pembuatan. Tak lupa ia mengabadikan inisial namanya Z.

Memanfaatkan mikroba
Lalu bagaimana pupuk ini menyuburkan tanah?

Ali Zum Mashar: “Di alam ini kan banyak sekali mikroba ya, ada wah, ratusan juta jenis mikroba. Manakala dia sudah kita rubah, dimutankan sesuai kebutuhan kita, maka dia kita taburkan di tanah-tanah yang gersang itu, maka dengan sendirinya dia akan hidup di tanah itu, menggunakan bahan-bahan racunnya tanah itu menjadi berguna, menjadi organik. Nah bahan-bahan organik yang diciptakan oleh mikroba itu sebetulnya adalah pupuk organik. Kemudian enzym, hormon, kemudian unsur makro dan mikro yang tercipta dari aktivitas mikroba itu sendiri. Jadi kenapa kita pusing dengan kelangkaan pupuk atau tidak ada pabrik pupuk, kalau memang alam ini juga kita buat menjadi bio reaktor pabrik pupuk?”

Pupuk ini juga ramah lingkungan, itulah kelebihan lainnya. Para petani tak perlu lagi menggunakan macam-macam pupuk kimia yang mengancam kelangsungan tanah. Bahkan tanah yang tak lagi subur akibat terus-terusan ditabur pupuk kimia buatan pabrik, dapat subur kembali.

Ali Zum Mashar: “Sering kita jumpai tanah itu disebut tanah yang sakit, tanah yang kurus, tanah yang padat, tanah yang terlapisi plastik karena dampak urea. Nah, kalau mikroba-mikroba itu cukup dan jumlahnya banyak, maka racun seberapa pun bisa diserap. Asal gak melebihi daya dukung lingkungan, daya dukung kemampuan mikroba mendegradasi. Kuncinya kan sederhana, bertani secara organik, kan? Atau secara ramah lingkungan kan?”

Akrab lingkungan
4764_1066866472201_1242227892_30159568_5597849_n

Tak hanya itu, di lahan gambut yang merupakan proyek gagal era Soeharto, kedelai mampu berbuah banyak.

Ali Zum Mashar: “Teknologi untuk menyuburkan lahan ada. Kita sudah banyak bukti. Contohnya kedelai di lahan gambut itu bisa punya potensi 4,5 ton per hektar, di lahan gambut Kalimantan tengah. Itu kita sudah pernah coba. Rata-rata kalau hanya mencari 2,5 ton itu gampang di sana”

Pupuk itu kini telah dipatenkan secara internasional. Pabrik Ali yang seluas lapangan sepakbola mempekerjakan enam orang, dengan kapasitas produksi hingga dua juta liter sel mikroba. Hasilnya dipasarkan dengan harga per liter maksimal Rp. 100 ribu.

Ali Zum Mashar: “Ada 60 unit bioreactor. 40 yang besar, berkapasitas sekitar 4000 liter, per bio reaktor dan ini setiap hari keluar barang, berproduksi. Memang ini kita disain satu harinya itu dihasilkan 11 ribu liter konsentrat mikroba. Nah kalau kita kembangkan, berarti sekitar dua juta liter sel mikroba yang bisa langsung ditebar”

Tak butuh lahan besar
Bekerja di laboratorium tidak butuh peralatan canggih. Cukup di atas satu petak pekarangan, Ali Zum mengembangkan tanaman kedelai hasil rekayasa.

Ali Zum Mashar: “Di sini saya taman sekitar 20 jenis kedelai hasil persilangan-persilangan. Jadi di tempat yang sempit ini mungkin sekitar dari lahan 1500 saya tanam kedelai kita paling sekitar 2500 meterlah untuk penyelamatan temuan, atau pembuatan bibit-bibit jalur kedelai baru. Ya di lahan pekarangan ini. Jadi kalau kita berniat meneliti atau mengawinkan kedelai, kenapa harus kita pakai laboratorium yang canggih? Di lahan-lahan yang kosong bisa, ini buktinya”

Sudah tujuh tahun pupuk buatan Ali dimanfaatkan sejumlah petani. Namun pemerintah hingga kini belum melirik, padahal kehebatan pupuk ini telah teruji.

Tak butuh waktu lama untuk melihat hasil panen kedelai melimpah, ketika Wardi beralih menggunakan pupuk bio P2000Z. Ia telah panen tiga kali dengan hasil memuaskan. Untuk lahan seluas satu hektar, Ketua Kelompok Tani Sadatani, di Serang Banten itu mampu menuai kedelai minimal tiga ton.

Hasilnya dua kali lipat
Wardi: “Sebelum ada pupuk bio P, kedelai kurang dari satu ton per hektar. Tapi setelah menggunakan pupuk-pupuk bio P, di sini bisa mencapai tiga sampai tiga setengah ton. Jadi peningkatannya ya dua kali lipatlah, dua kali lipat lebih”

Padahal, menurut Wardi, lahan di Serang sebenarnya tak cocok ditanami kedelai karena tanah tandus bercampur pasir.

Wardi : “Di sini pegunungan, sehingga jenis tanah berbatu dan bercampur pasirlah. Di sisi lain itu seperti merah-merah tanahnya, sehingga kalau ditanami kedelai kurang bagus. Tapi alhamdullilah sejak ada bio P tanah berubah menjadi bagus. Jadi ditanami nanti untuk kelanjutannya bisa lebih baik”

Keberhasilan di Toba
4844_1071606310694_1242227892_30171135_8118476_n

Tanah di dataran tinggi gunung Toba Samosir, Sumatera Utara juga tak kalah gersang dan keringnya. Para petani, menurut Dian Ketua kelompok Tani Toba Samosir, sampai putus asa, ketika mencoba bercocok taman. Apalagi untuk kedelai, pada lahan tak berhumus itu mustahil kedelai bisa tumbuh.

Dian: “Susah payah sekali kalau untuk kedelai, karena dataran tinggi Toba tanahnya sangat asam dan gersang. Jadi memang untuk tanaman itu tidak bisa bertahan kalau tanpa bantuan teknologi yang benar. Sehingga kalau ditanami akan kerdil dan tidak tumbuh dan tidak ada humusnya sama sekali”

Dengan teknologi pupuk Bio P, lahan yang tadinya mustahil ditanami, bisa menghasikan berton-ton kedelai, berkualitas tinggi lagi!

Dian: “Jagung saja paling tinggi empat ton per hektar. Nah, kemudian dikenalkan bio P, sehingga untuk pembukaan lahan baru saja, yang tanahnya sangat merah itu, langsung hasilnya berlipat, bisa sembilan ton per hektar untuk jagung. Nah untuk kedelai juga meningkat. Jadi, biasanya misalnya satu ton itu sudah berusaha sekali, sekarang bisa meningkat dua setengah sampai tiga ton per hektar.

Ketika harga kedelai meroket, Imron mengantongi keuntungan berlimpah. Di lahan satu hektar ia mampu membawa pulang keuntungan bersih sekitar Rp. 11 juta. Padahal dulu, ketika masih menggunakan pupuk kimia, Imron kadang tekor alias rugi.

Imron: “Hasilnya sangat memuaskan. Dari satu setengah ton, meningkat menjadi minimal dua setengah ton, sampai tiga ton. Itu kalau satu setengah ton hasilnya, sebelum menggunakan Bio P, petani mengalami kerugian, karena hasilnya paling banter hanya Rp. 4 juta, tapi ongkos produksinya mencapai dua juta. Setelah kami menggunakan Bio P, apalagi diangkat dengan harga kedelai saat ini sekitar Rp. 6000 sampai Rp. 7000, satu hektarnya bisa mencapai hasil kira-kira Rp. 12-15 juta, sementara ongkos produksi paling-paling cuma Rp. 4 juta”

Mudah
Untuk mendapatkan kedelai super, gampang caranya. Kembali Ali Zum Mashar

Ali Zum Mashar: “Petunjuk pemakaian sederhana. Kalau punya lahan satu hektar, misalnya untuk kedelai, penyemprotannya bisa empat sampai enam kali. Misalkan umur 14, umur 21, umur 30, umur 35 umur 45, atau maksimal sampai umur 50 hari”

Waktu penyemprotan pun harus dilakukan sesuai aturan.

Ali Zum Mashar: “Pagi-pagi jam enam sampai sembilan. Kalau sore antara jam tiga sampai tujuh. Nah, kalau nyemprot siang-siang bolong kan nanti banyak kena sinar. Begitu cepat kering atau kepanasan, bisa jadi banyak yang mati mikrobanya”

Tak hanya untuk kedelai, pupuk ini juga cocok untuk semua jenis tanaman dan buah-buahan.

Ali Zum Mashar: “Ini bukan hanya kedelai, semua jenis tanaman. Ada padi, kita dah terbukti waktu panen menteri. Lalu jagung di Sumut juga petaninya fanatik menggunakan ini”

Dengan begini, pemerintah, kata Ali Zum, tidak perlu repot mencari lahan berjuta juta hektar untuk menggenjot swasembada kedelai.  Namun yang juga tak kalah penting, menurut staf Ahli Menteri Transmigrasi dan Tenaga Kerja ini, jika petani mendapatkan hasil panen melimpah, pemerintah harus tetap melindungi mereka. Saat ini, petani susah tersenyum meraup untung hasil panen. Pasalnya, harga jual hasil panen sering digoyang, sehingga hanya menguntungkan pedagang.

sumber: