Fakta tentang Beras Putih

Kesehatan kita dipengaruhi oleh banyak hal seperti pola makan, jadwal istirahat, aktivitas pekerjaan, olahraga, stress dan lain-lain. Dari seluruh faktor yang mempengaruhi kesehatan tersebut, ternyata pola makan memegang kontribusi yang dominan dan sangat penting untuk diprioritaskan. Pola makan yang baik meliputi frekuensi makan, jenis makanan, jumlah kalori dari makanan, cara makan dan tentu saja gizi yang terkandung dalam makanan tersebut.

Setiap benua memiliki perbedaan tradisi dalam pola makan, dan biasanya makanan utama/makanan pokok dari setiap negara berbeda. Ada yang berasal dari gandum, ubi-ubian, jagung, padi, sagu, dan sebagainya. Negara kita dikenal dengan makanan pokoknya , yaitu nasi, yang berasal dari beras.Namun, beberapa tahun terakhir banyak sekali bermunculan jutaan artikel di media maupun internet membahas kelemahan dan kekurangan dari makanan pokok bangsa Indonesia. Beras dan nasi dituding menjadi pemicu dari salah satu gejala penyakit yang mematikan di dunia , yaitu kencing manis (diabetes). Kencing manis divonis sebagai dalang dari berbagi komplikasi penyakit mematikan seperti serangan jantung, gagal ginjal, stroke, kemandulan, katarak, dan masih  banyak lagi. Bangsa Indonesia dinilai memiliki penderita kencing manis terbanyak di dunia karena setiap hari rajin mengkonsumsi beras/nasi.Beberapa artikel memuat bahaya nasi putih yang terkait dengan kencing manis , antara lain:
http://health.kompas.com/read/2012/03/16/11184138/Nasi.Putih.Tingkatkan.Risiko.Diabetes

Sebelum kita menyetujui tudingan bahwa makanan pokok kita adalah sumber penyakit, ada baiknya kita mengkritisi beberapa hal berikut :

  1. Benarkah leluhur kita meninggalkan sesuatu yang berbahaya bagi kita semua? Tegakah mereka meneruskan tradisi yang membawa petaka bagi generasi berikutnya?
  2. Benarkah beras dan nasi adalah sumber penyebab diabetes? Bila benar demikian, kenapa orang Jepang yang juga makanan pokoknya beras merupakan bangsa yang paling sedikit terkena diabetes?
  3. Kalo memang beras/nasi menyebabkan kencing manis, kenapa penderita kencing manis sekitar 20 – 50 tahun lalu tidak sebanyak sekarang? Bukankah tradisi makan nasi tidak pernah berubah sejak dulu?

Jika memang beras/nasi yang kita makan sama dengan beras dahulu, harusnya dampaknya sama sejak dulu, artinya penderita diabetes di indonesia harusnya saat ini sudah jauh lebih banyak lagi.  Padahal maraknya pengidap diabetes di Indonesia terlihat peningkatan signifikan baru dalam 20 tahun terakhir.

Mari kita perhatikan beberapa kenyataan berikut :

Beras jaman dahulu punya banyak karakteristik yang berbeda dengan beras saat ini. Tanyakanlah hal ini kepada orang di keluarga kita yang hidup paling tidak mengalami era sebelum tahun 1990. Perubahan fisik pada beras tidak terjadi secara mendadak, melainkan secara perlahan-lahan sehingga tidak terdeteksi dan proses yang panjang ini berlangsung tanpa kita sadari dalam 20 tahun terakhir. Setidaknya secara fisik, ada 3 perbedaan mencolok antara beras dahulu dan beras sekarang.

  1. Warna. Dulu warna beras bukanlah putih, melainkan agak krem/coklat dan pekat seperti susu. Jika kita bandingkan dengan beras saat ini cenderung warnanya putih agak transparan dan sedikit mengkilat. Beras jaman dahulu bila dilihat terkesan agak tidak rata warnanya karena ujungnya terdapat embrio / tunas/ lembaga /menir (bahasa Jawa) yang seperti susu, sedangkan beras sekarang warnanya rata dan ujungnya cekung krn telah kehilangan embrio tersebut.
  2. Tekstur. Tekstur beras dahulu bila dipegang akan berasa seperti sedikit bertepung dan agak kesat, sedangkan beras sekarang terasa keras, licin dan bersih.
  3. Konten. Bila dijatuhkan ke lantai atau permukaan yang keras, beras jaman dahulu akan relatif memantul lebih rendah, sedangkan beras jam sekarang relatif akan memantul lebih tinggi antara 2-3 kali lipat pantulan beras jaman dahulu.
 
BEBERAPA EKSPERIMEN YANG ANDA BISA LAKUKAN SENDIRI DI RUMAH

  1. Beli beras mentah kemudian tanam ke tanah di rumah dan sirami setiap hari, maka yang terjadi adalah bbrpa hari kemudian beras tersebut akan tumbuh. Inilah yang disebut dengan beras hidup. Bersamaan dengan itu tanamlah beras putih yang biasa anda makan setiap hari di sebelah beras mentah tersebut dan lakukan hal yang sama, hasilnya tidak akan ada yang tumbuh. (Lihat Hasil Eksperimen)
  2. Carilah mangga yang belum matang 2 buah, dan masukkan satu ke dalam tempat beras mentah (dipendam) dan pendamlah mangga yang lain di dalam tempat beras putih. Tunggulah bbrp hari kemudian perhatikan apa yang terjadi pada kedua mangga tersebut. Mangga yang dipendam dalam beras mentah akan masak/matang dan manis. Mangga yang dipendam dalam tempat beras putih akan lebih mentah dan berbeda rasanya, beberapa mungkin busuk.
  3. Celupkan tangan Anda ke dalam tumpukan beras mentah  dan celupkan sebelah tangan anda ke dalam tumpukan beras putih. Rasakanlah hawanya, maka tangan yang dipendam dalam beras mentah akan terasa lebih hangat daripada yang di dalam beras putih. Artinya beras mentah atau beras embrio memiliki energi karena masih hidup
  4. Cucilah beras mentah, dan siramkan air cuciannya ke tanaman Anda setiap hari , perhatikan pertumbuhan bunganya dalam 1-2 minggu (terutama pada tanaman yang mudah berbunga seperti mawar). Bandingkan bila Anda menyiramkan air cucian beras putih. Yang disiram dengan air cucian beras embrio akan tumbuh subur, yang disiram dengan cucian air beras putih tidak akan banyak perubahan, bahkan mungkin akan terjadi beberapa proses penjamuran

Mengapa beras dahulu berbeda dengan sekarang ?

  • Persepsi masyarakat yang menganggap beras yang putih adalah beras yang baik karena terlihat bersih, mengkilap
  • Gaya hidup praktis, lebih suka menumpuk beras dalam waktu lama dan bebas kutu
  • Populasi yang meningkat cepat membuat produksi beras putih berskala masa dan harus tahan lama.

Hal ini mengakibatkan beras mengalami transformasi menjadi bentuk seperti sekarang (putih, bersih, bebas kutu, tahan lama) demi mengikuti permintaan pasar / market. Untuk mendapatkan beras putih dipergunakanlah berbagai macam cara yang terkadang sangat berbahaya untuk kesehatan. Beberapa zat kimia yang diduga dapat dicampuran dalam beras ketika dalam penggilingan antara lain : anti jamur , pemutih, zat kapur, dan pengawet.

Beberapa artikel tentang beras yang dicampuri zat kimia :
http://www.resepbunda.biz/2012/02/03/memilih-beras-baik-aman-untuk-dikonsumsi-dari-catering-bandung-resep-bunda/
http://kumpulanartikelbersama.blogspot.com/2011/12/bahaya-dan-tips-deteksi-beras.html
http://my.opera.com/indatyas/blog/waspada-zat-pemutih-pada-beras
http://www.resep.web.id/tips/inilah-5-tips-agar-terhindar-dari-bahaya-beras-mengandung-arsenik.htm
http://kamianakpangan.blogspot.com/2009/09/fenomena-beras-berpemutih.html
http://ayok.wordpress.com/2007/09/03/82-persen-penggilingan-padi-di-jabar-gunakan-klorin/
http://zoewarck.blogspot.com/2011/10/bahaya-beras-berpemutih.html
https://www.google.com/searchbiw=1366&bih=681&q=beras+berpengawet&oq=beras+berpen&gs_l=serp.1.0.0i30j0i5i30.14318.17785.0.20349.14.13.1.0.0.0.159.1697.3j10.13.0…0.0…1c.1.11.serp.RTvgL9WQkDM
http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=293446

Konsumsi Beras Mentah sebagai Alternatif

Beberapa waktu terakhir cukup banyak orang yang mulai mengkonsumsi beras mentah (beras coklat, beras merah, beras hitam) sebagai alternatif mengurangi konsumsi beras putih. Praktisi kesehatan dan nutrisionis pun mulai menganjurkan kepada para pasien dan klien agar mengganti konsumsi beras putih dengan bahan makanan lain seperti kentang, beras merah, beras hitam, umbi-umbian, dan sebagainya. Semua alternatif dianjurkan dengan tujuan mengurangi indeks glikemi (gula) dalam makanan. Mengkonsumsi makanan dengan indeks glikemi yang lebih rendah membantu mengurangi resiko penyakit kencing manis.

Beras mentah memang memiliki keunggulan dari sisi kesehatan, namun ada beberapa masalah yang terdapat pada beras mentah, sehingga cukup banyak orang yang menghentikan konsumsi beras mentah dan kembali mengkonsumsi beras putih. Tekstur beras mentah keras dan sulit menyatu dengan lauk menyebabkan rasanya tidak sedap di mulut.  Memasak beras mentah pun juga harus menggunakan tehnik khusus yaitu dengan merendamnya semalaman sebelum dimasak atau memasaknya dengan air yang lebih banyak.

Konsumsi beras mentah juga akan memberikan masalah baru bagi pencernaan karena kandungan asam fitat (phytic acid) yang terdapat pada kulit ari beras. Asam fitat ini akan menghambat penyerapan vitamin, mineral, serat dan kandungan gizi dalam beras. Artinya, seandainya pun beras mentah berhasil dikonsumsi, kandungan gizinya juga tidak pernah terserap maksimal karena keberadaan asam fitat.

KESIMPULAN :

Bangsa Indonesia makan beras yang sama sejak jaman dahulu hingga sekarang. Perbedaannya adalah bangsa Indonesia sekarang mengolah beras hingga menjadi nasi dengan cara yang berbeda, dan cara tersebut bukan memberikan keuntungan secara kesehatan terhadap bangsa ini, namun memberikan momok penyakit baru yang sangat menurunkan kualitas kehidupan. Indonesia saat ini menjadi negara no.4 tertinggi penderita diabetes seluruh dunia, dan berpotensi menjadi no.1 pada tahun 2030. 
http://www.tribunnews.com/2012/12/20/indonesia-berisiko-jadi-juara-penyakit-diabetes-terparah-dunia-tahun-2030
http://www.pdpersi.co.id/content/news.php?mid=5&nid=618&catid=23
http://indodiabetes.com/data-statistik-jumlah-penderita-diabetes-di-dunia-versi-who.html

Bagaimana solusi yang tepat untuk permasalahan ini? Sangat sederhana, yaitu menjaga kualitas gizi beras yang akan kita makan. Nutrisi ini terkandung dalam BERAS EMBRIO.

Bagaimana solusi yang tepat untuk permasalahan ini? Sangat sederhana, yaitu menjaga kualitas gizi beras yang akan kita makan. Nutrisi ini terkandung dalam BERAS KECAMBAH.

 

Beras Kecambah adalah beras yang mempertahankan embrio namun melepas lapisan luar lainnya. Embrio membentuk hanya 3% dari gabah tetapi dengan 66% dari nutrisi beras, yang pada dasarnya merupakan jiwa dari beras. Beras ini kaya akan vitamin B kompleks, serat, biotin, mikro mineral dan lainnya. Beras ini juga membantu untuk mengurangi terjadinya hipertensi, sembelit, diabetes dan kanker. Rasanya enak, mudah dimasak, mudah dicerna dan mudah diserap. Melalui Embryo Rice Machine, saat ini beras embrio dapat didapatkan dengan mudah sehingga telah banyak dikonsumsi di Jepang, Korea, dan negara-negara maju lainnya.

MANFAAT BERAS KECAMBAH
  1. Membantu menghilangkan racun tubuh dan penyerapan nutrisi.
  2. Memupuk bakteri yang baik.
  3. Pembentukan vitamin.
  4. Membersihkan darah, meningkatkan metabolisme, dan memperkuat kesehatan tubuh.
  5. Menyembuhkan susah buang air besar.
  6. Mengurangi tekanan di dalam usus.
  7. Beras embrio yang sudah dimasak rasanya enak.
  8. Bermanfaat untuk penderita diabetes dan obesitas.
  9. Mengatur kadar nitrogen dan glukosa dalam darah.
  10. Menyerap mikro nutrisi secara efektif.
  11. Mengatur dan meningkatkan kinerja pencernaan dan otak.
  12. Mengatur kinerja saraf dan meningkatkan kekebalan tubuh.
  13. Sumber yang kaya akan vitamin E meningkatkan sirkulasi darah.

 

Beras Kecambah, Kaya akan Nutrisi

Beras merah atau cokelat jadi pilihan untuk makanan sehat. Banyak yang tak suka rasanya yang sedikit keras. Kini ada cara baru buat meningkatkan cita rasa beras merah/hitam. Nutrisinya bertambah, rasanya enak dan gampang dibuat sendiri.

Beras merah atau cokelat atau brown rice sedang disukai banyak orang. Beras ini tidak digiling atau digiling sebagian saja, sehingga hanya lapisan kulit terluar (sekam) yang terbuang. Dulu, beras merah identik dengan kemiskinan dan hidup susah. Selain orang tua dan orang sakit, jarang orang yang memakan beras jenis ini karena rasanya yang kurang enak dan agak keras (pera).

Agar lebih enak dimakan, masyarakat Jepang kuno merendam beras merah terlebih dulu sebelum dimasak. Para ahli pun tertarik mempelajarinya. Beberapa dekade kemudian, baru diketahui bahwa proses tersebut dapat meningkatkan gizi dan rasa beras merah. Mereka menyebutnya Germinated Brown Rice (GBR).

Ya, saya sering sekali mendapat pertanyaan semacam ini. Padahal, kakek atau buyut kita mungkin tak asing dengan beras yang sedikit keluar akarnya ini.

Tapi saya sendiri pun juga belum pernah dengar sampai dua tahun yang lalu. Ketika saya membaca artikel tentang Hatsuga Genmai. Tradisi mengecambahkan beras masih terjaga di negeri Sakura sana. Bahkan sampai ada komunitasnya segala. Dan mereka sangat menghargai beras “bertanduk” ini, dimana harga beras coklat yang dikecambahkan mencapai lima kali lipat dari harga beras coklat biasa.

Wow! Kenapa mahal sekali? Ternyata setelah diteliti, beras ini sangat menyehatkan. Dalam proses perkecambahan ini, enzim-enzim dalam bulir beras bekerja mempersiapkan pertumbuhan tanaman baru. Terjadi peningkatan zat-zat yang baik untuk pertumbuhan. Tercatat vitamin-vitamin B nya naik drastis dari 3-5 kali lipat. Bahkan vitamin E nya naik sampai 10x lipat.

Dan ada zat khusus yang hanya terbentuk setelah beras mulai berkecambah, bernama GABA. GABA (Gamma Aminobutyric Acid) adalah sejenis asam lemak baik yang sangat kuat dalam menyapu lemak-lemak jahat dan kotoran penyumbat dalam pembuluh darah. Beras hatsuga ini sering dipasarkan sebagai “GABA Rice” karena dahsyatnya khasiat GABA. Dan banyak juga diekstrak GABA nya sebagai obat untuk mengatasi kolesterol, darah tinggi, dan lain-lainnya.

Dari mana kenaikan zat-zat ini berasal? Ternyata bahan bakunya adalah karbohidrat alias pati yang selama ini sering dihindari oleh orang yang sedang diet. Jadi karbohidratnya berkurang, diubah menjadi vitamin, enzim, GABA, dan zat-zat yang sangat baik untuk kesehatan. Sekali mendayung dua pulau terlampaui!

Eh, bahkan tidak hanya dua pulau, masih ada satu lagi! Zat antigizi Asam Fitat nya pun ikut berubah menjadi antioksidan yang baik (selengkapnya artikel tentang Asam Fitat bisa dibaca di artikel Ternyata Beras Hitam Tak Baik Untuk Kesehatan! Beras Hitam Yang Mana Dulu?).

Hampir setiap sudut dunia punya kearifan lokal yang nyaris punah tentang kebiasaan merendam biji-bijian sebelum dimakan. Di Amerika Latin yang masih keturunan suku Inca punya kebiasaan berusia ribuan tahun untuk merendam jagung sebelum dibuat adonan, yang disebut nixtamal. Ketika jagung dibawa ke Afrika, tradisi ini tidak ikut dibawa. Akibatnya ribuan rakyat Afrika terkena wabah pellagra karena kekurangan asam amino triptofan yang menjadi sumber vitamin B3.

Nikmati kelezatan dan manfaat kesehatan dari Germinated Brown Rice (Beras Berkecambah Organik).Hasil penelitian yang dilakukan di Jepang menemukan bahwa beras pecah kulit yang dikecambahkan dengan cara merendam beras pecah kulit selama beberapa jam sebelum dimasak, dapat meningkatkan kandungan gizinya

Setiap butir beras kecambah  organik  mengandung manfaat sehat bagi tubuh kita, dapat dikonsumsi oleh orang tua, muda dan sangat dianjurkan untuk balita dan lansia. Pengolahan dengan sistem organik dan tanpa pestisida kimia dengan mutu dan kualitas terbaik, Beras Kecambah Organik dari Bionic juga sangat berguna untuk mencegah berbagai macam penyakit juga membantu proses penyembuhan.

Tidak seperti beras kecambah biasa lainnya, beras kecambah dari Bionic ini tidak melalui proses perendaman, melainkan penyiraman dengan menggunakan reserve osmosis water dan pengeringan dengan sinar UV, sehingga terjamin kehigienisannya dan dapat langsung dimasak tanpa dicuci terlebih dahulu.

Beras yang melalui proses germinasi yang mengaktivasi berbagai enzim dalam beras pecah kulit sehingga meningkatkan semua gizi yang terkandung didalamnya.

Diproses tanpa bahan kimia apapun sehingga aman dikonsumsi oleh semua golongan dari batita, remaja hingga lansia.Sangat baik untuk kesehatan.

perbandingan beras kecambah

Beras Kecambah Mengandung:

  • GABA (Gamma Aminobutryric Acid); untuk meningkatkan metabolisme otak, mengurangi stres dan cemas, menstimulasi hormon pertumbuhan, berperan penting dalam pertumbuhan otot dan mencegah pembentukan sel lemak yang tidak diperlukan.
  • IP6 (Inositol Hexaphosphate)

     Meningkatkan metabolisme lemak, mencegah penyumbatan pembuluh darah

  • Serat Pangan/dietary Fiber

         Kaya dengan serat alami

         Menghilangkan sembelit

         Mengendalikan kadar gula darah

         Mencegah kanker usus besar

  • Asam Ferulat/Ferulic acid

         Menghambat proses melagonesis, membuat kulit menjadi lebih cerah

  • Tocotrienol

        Antioksidan, melindungi kulit dari sinar ultraviolet.

  • Gamma Oryzanol

         Menurunkan kadar kolestrol

  • Prolyl Endopeptiase Inhibitor

         Mencegah penyakit Alzheimer

  • Seng/zinc

         Meningkatkan fungsi reproduksi

  • Kalium/Potassium

Menetralkan tekanan darah

Germinated Brown Rice (Beras Kecambah/GBR) yang diproduksi oleh Bionic farm ini tidak diproses seperti beras kecambah pada umumnya yang melalui proses perendaman selama 12-24 jam, Bionic Farm menerapkan tekhnologi terkini tanpa menggunakan bahan kimia sintetik apapun, Nutrisi dalam Germinated Brown Rice (GBR) mudah diserap oleh tubuh, dapat dimasak sebagai beras biasa atau dicampur dengan beras putih dengan perbandingan yang disukai.

Sajikan Nasi Beras Kecambah untuk meningkatkan kemampuan optimal otak anak dan berkosentrasi dalam belajar, membantu lansia yang terancam alzheimer., membantu meningkatkan kosentrasi dalam bekerja.

Baik juga digunakan untuk terapi pemulihan bagi mereka yang pernah terjebak dalam kecanduan narkoba.

Beras GBR bisa dibuat sendiri.

Di Eropa pun ada tradisi mengecambahkan barley dan rye sebelum dikonsumsi dalam bentuk bubur atau diolah menjadi tepung, atau diambil sari malt –nya untuk dibuat bir. Sebelum membuat bubur kacang hijau pun kita terbiasa merendam kacangnya kan. Kalau direndam semalaman, hasilnya akan jauh lebih baik.

GBR RICECaranya, rendam beras merah dalam air hangat (suhu 30-40 C) selama 20 jam. Sebisa mungkin, jaga suhu agar tetap stabil, atau rendam lebih lama. Ganti air rendaman tiap 4 jam sekali. Setelah waktu yang ditentukan, beras akan berkecambah dan air rendaman menjadi bau. Cuci beras dan masak dengan air yang lebih sedikit dari biasanya, karena GBR sudah menyerap air.

GBR dapat dimasak dengan rice cooker seperti nasi putih biasa. Namun ingat, beras yang dapat digunakan adalah beras merah fresh, bukan beras putih. GBR yang sudah dimasak terasa manis dan pulen.