Beras Organik
Beras Organik

Terlalu bombastikah pertanyaan ini? Mungkin ya mungkin juga tidak.Sebab kita selalu menginginkan apa yang kita makan buakn menjadi racun bagi tubuh kita.

Beras merupakan makanan pokok bagi orang-orang di dunia terutama di Indonesia. Bahkan di Indonesia memiliki bermacam-macam beras yang berkualitas, selain rasa, mutu, harga juga terjamin lho. Setiap daerah bahkan memiliki beras yang menjadi ciri khasnya masing-masing. Dan perlu anda tahu mayoritas umat manusia di Indonesia adalah penganut golongan belum makan, kalo ga makan beras.

pemupukan
pemupukan

Pertanyaan diatas mungkin tidak akan timbul di benak kita pada tahun enam puluhan, sebab saat itu usaha tani yang menghasilkan beras dilakukan secara organik. saya sering mendengar ibu saya bercerita bahwa dulu kakek menanam padi gak pakai pupuk urea atau tsp melainkan pupuk kandang dan membasmi werang dengan air rendaman tembakau.Artinya di tahun 60-70 an sangat sedikit bahkan belum menggunakan bahan-bahan kimia sebagai pupuk dan pembasmi hama yang mengandung bahan kimia berbahaya. Sekarang pertanyaan tersebut perlu dimunculkan, sebab bahan kimia
berbahaya semakin akrab dalam kehdiupan sehari-hari kita. bahan-bahan kimia yang sangat berbahaya, kadang-kadang tidak dianggap berbahaya karena ketidaktahuan akan bahayanya.

Contohnya adalah merkuri yang dipakai penambang emas  tradisional untuk menagkap dan memisahkan butir-butir emas dari batuan yang dihancurkan dan ini dilakuna di sungai sebagai sumber air irigasi pertanian, padahal kita tahu merkuri inisangat berbahaya. Namun petani tidak merasa dirugikan atau protes terhadap adanya penambangan emas di daerah hulu, sebab padi yang mereka tanam di sawah tidak menujukkan adanya gangguan sampai padi dipanen. Mungkin beras itu sudah kita panen dan kita makan dan apabila terus-menerus kita makan lama-lama akan mengendap di pencernaan kita dan suatu saat menjadi sebuah penyakit yang berbahaya.

Untuk memeproleh beras yang aman dikonsumsi diperlukan sawah yang tidak tercemar. Agar sawah tidak tercemar kita membutuhkan kriteria baku mutu tanah bagi bahan berbahaya.

Indikator baku Mutu Tanah

Indikator baku mutu tanah yang menjadi perhatian kita adalah menentukan ambang batas kandungan logam berat berbahaya di dalam lahan pertanian/sawah. bahan beracun berbahaya dalam bentuk logam berat dapat berupa merkuri (Hg), timbal (Pb), Timah (Sn), tembaga (CU), arsenukum (As), Seng (Zn) dan sebagainya.

Keenam unsur tersebut telah ditetapkan ambang batasnya bagi tepung oleh Ditjen POM Depkes pada tahun 1989 dengan surat keputusan No.03725/B/SK/VII/89.

Beberapa kasus pencemaran

Tambang Emas Tradisional
Tambang Emas Tradisional

Kandungan merkuri dalam beras dari sawah yang memanfaatkan irigasi dari air yang mengandung limbah penambangan emas tradisional di Nunggul dan kalongliud sekitar pongkor, Bogor. Di Nunggul beras yang berasal dari sawah yang jaraknya sekitar 1 KM dari tempat pengolahan biji emas, sedagkan di kalongliud jarakanya mencapai 7KM masing-masing mencapai 0,25 mg/kg beras dan 0,25 mg/kg beras. memperhatikan kondisi ini, makadiperlukan pembinaan yang terus menerus kepada pengusaha pengolahan biji emas agar tidak menggunakan merkuri, atau harus mengolah limbahnya
agar merkuri tidak hanyut dan masuk ke aliran sungai atau irigasi.

Kasus lain terjadi di rancaekek, kabupaten Bandung. dalam kasus yng cukup terkenal itu, petani dan masyarakat mengajukan keberatan kepada pemilik pabrik sejak tahun 1991 dan sampai tahun 200 yang lalu kasusnya masih belum tuntas. Menurut Dinas pertanian tanaman pangan kabupaten Bandung, lahan sawah yang tercemar limbah pabrik mencapai 395 ha. hasil analisis menunjukan kandungan kadmium 1,53 mg/kg beras dan timbal 0,66 mg/kg. dan telah melampaui ambang batas (0,05 mg/kg beras).

111212_RHN-BISNIS 03 PENCEMARAN SUGAI CITARUM
Pencemaran DAS Citarum yg merupakan sumber air minum dan irigasi waduk jatiluhur.

SEBAGIAN besar masyarakat memang belum menyadari dan kurang memahami persoalan bahan pangan transgenik. Sementara sikap pemerintah dan para pakar pun belum jelas. Sebagian kecil masyarakat, terutama yang menerapkan pola hidup back to nature (kembali ke alam), kini cenderung memilih bahan pangan organik, mulai dari beras organik, sayur organik sampai buah organik.
Keberadaan varietas padi lokal makin terdesak, bahkan banyak yang mengalami kepunahan. Program Bimas dengan varietas unggul tahan werengnya, telah menjadikan petani lupa dengan varietas lokal, karena cenderung “dipaksa” untuk menanam varietas hasil rekayasa genetika yang dikenal memiliki tingkat produksi yang tinggi dan tahan terhadap serangan hama.

Namun ternyata varietas lokal memiliki keunggulan tertentu yang tidak dimiliki varietas hasil rekayasa, misalnya menyangkut rasa dan aroma. Menurut Dr.Ir.Mulyadi Raharja, pengajar senior di Fakultas Pertanian Unpad, beras yang dikonsumsi di lingkungan Istana Presiden di Bogor, sampai beberapa waktu yang lalu, hanya berasal dari varietas lokal yang hanya tumbuh baik di satu kecamatan di Kab. Cianjur, yaitu varietas Baok. (yang orang Cianjur boleh bangga.. )
Dalam memproduksi beras organik, pupuk kimia seperti urea, ZA, TSP, SP 36, dan KCI digantikan dengan pupuk organik seperti pupuk kandang, kompos, bokashi, dan sebagainya. Sedang pestisida dengan bahan aktif senyawa kimia tertentu, digantikan dengan pestisida nabati (terbuat dari tumbuhan tertentu) atau musuh alami (dicarikan serangga yang memangsa hama).

Efek samping penggunaan pupuk kimia dan pestisida memang sangat kompleks, selain berpengaruhterhadap fisiologi tanaman dan hasil panen, juga merusak lingkungan. Pemakaian urea yangterus-menerus misalnya dapat merusak tanah, mulai dari kesamaan yang meningkat sampaiketidakseimbangan mikrobiologi tanah.

Penggunaan insektisida selain bisa menjadi residu yang terkandung dalam hasil panen, jugamematikan serangga yang bermanfaat untuk penyerbukan (serangga non hama), menyebabkan hama menjadi resisten (tahan), dan yang terpenting menimbulkan keracunan bagi manusia. Sebagaicontoh, insektisida yang termasuk golongan DDT, aldrin, dieldrin, endrin dan khlordin,berpengaruh terhadap sistem saraf pusat.

Hasil percobaan dengan menggunakan dosis yang tinggi pada hewan percobaan dapat menyebabkan kerusakan organ hati dan ginjal. Racun yang mengenai manusia akan tersimpan dalam jaringan lemak tidak bersifat aktif, karena itu pengaruhnya tidak tampak dengan cepat. Masuk ke tubuh manusia melalui pernafasan, mulut dan kulit. Gejala keracunan berupa badan gemetar, mual dan diare. Hal itu memperkuat alasan bagi sebagian masyarakat untuk beralih ke pola konsumsi bahanpangan organik. (Atep Afia Hidayat,2010)

Beras Hitam Beras Organik

Beras Hitam
Beras Hitam

Pernahkah anda mendengar beras Wulung? Beras Wulung merupakan salah satu varian dari berashitam yang tumbuh di Indonesia. Bagi orang yang baru pertama mendengarnya pasti tertawa, sebab yang ada dibenaknya hanyalah ketan hitam bukan beras hitam. Sesungguhnya ada 3 jenis beras yangada di dunia ini, pertama adalah beras putih, umum ditanam para petani kita, kedua ada beras merah/ brown rice yang umum dijual dipasaran, jenis ketiga adalah beras hitam, yang hanyatumbuh didaerah tertentu.

Padi Hitam Lebih Tinggi
Padi Hitam Lebih Tinggi

Beras Wulung sendiri merupakan jenis beras Hitam asli Indonesia, khususnya didaerah Solo.Menurut sejarahnya, dulunya beras Wulung merupakan beras pilihan yang dulu hanya ditanam dan dipergunakan dalam keraton kasunanan SURAKARTA, khusus dikonsumsi dilingkungan para RAJA dan digunakan untuk jenis ritual tertentu. Namun sekarang hampir punah dan sangat langka keberadaannya, karena tidak adanya upaya pelestarian dari para petani pada zaman dahulu yang konon hanya ditunjuk sebagai petani istimewa yang menanam beras Wulung khusus untuk keraton,dan adanya mitos bahwa beras Wulung hanya boleh dipergunakan oleh kalangan istana dan apabilamelanggar, maka akan ” Kualat ” bagi para pelanggarnya. Usut punya usut ternyata beras Wulung
itu sendiri memiliki khasiat dan gizi yang sangat tinggi dibanding jenis beras lainnya.beras
hitam juga banyak varietasnya ada cempo ireng dan jawa melik yogyakarta, beras gadog
Subang,aen metan dan Kare Kwa Nusatenggara Timur, Adan Krayan Kalimantan dan Varietas rentapauToraja. Penanaman padi hitam  juga memerlukan waktu yang cukup lama sekitar 6 bulan dan tidak menggunakan pupuk kimia, karena kalau menggunakan pupuk kimia tidak menghasilkan bulir-bulir padi.

sereal-padi-hitamOrang Cina kuno telah mengenal beras hitam sebagai beras terlarang ( forbidden rice) , takboleh sembarang orang dapat memakannya, hanya kalangan istana dan orang tertentu saja yang boleh memakannya karena kaya nutrisi. Menurut penelitian disana beras itu mempunyai khasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Beras hitam di Cina sekarang berfungsi sebagai obat dan bahan pangan. Kadar vitamin, mikro elemen dan asam amino dari beras hitam semuanya lebih tinggi daripada beras biasa. Riset menunjukkan, warna beras kian gelap, pigmen anti penuaan dilapisan luar beras kian menonjol. Sudah tentu, peran pigmen beras hitam adalah paling baik diantara berbagai jenis beras berwarna, yang disebabkan aleuron dan endospermia memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi, sehingga berwarna ungu pekat mendekati hitam. Selain itu, pigmen tersebut mengandung materi aktif Flavonoid dan kadarnya 5x lipat dari beras putih dan berperansangat besar bagi pencegahan pengerasan pembuluh nadi dan mencegah pembentukan asam urat dalamtubuh. Warna hitam pada beras adalah zat warna antosianin yangmerupakan pigmen tanaman.

Antosianin merupakan komponen flavonoid, yaitu turunan polifenol pada tumbuhan yang mempunyaikemampuan antioksidan dan antikanker ( dapat berfungsi sebagai antibiotik dan juga menghambatpendarahan) .

diabetesSelain berfungsi sebagai antioksidan, keguanaan lain pada flavonoid yaitu: meningkatkan airsusu ibu. Flavonoid bersifat laktagogal yangmengandung hormon penting untuk merangsang dan melancarkan air susu ibu. Beras hitam lebih kaya vitamin B komplek, terutama kandungan asam folatnya ( mencegah timbulnya cacat pada bayi, saat ibu mengandung) lebih tinggi dibanding beras putih. Hal ini jugamembuat beras hitam unggul dalam memperlambat proses berkurangnya dayaingat dan dapat menyingkirkan sumbatan pembuluh darah pemicu serangan stoke dan jantung koroner. Selain itu, beras hitam mengandung relatif banyak serat makanan ( dietary fiber) ,laju pencernaan pati lamban, indeks gula darah lebih rendah dibanding beras biasa. Rendahnya indeks gula darah menyebabkan naiknya kadar gula dalam darah lebih lambat dibandingkan dengan
kentang atau roti, dan stabilnya kadar gula darah dapat membantu menjaga kestabilan jumlahenergi, membantu mengendalikan diabetes, dan juga membantu mencegah kelebihan berat badan. zatkalium dan magnesium dalam beras hitam bermanfaat bagi pengontrolan tekanan darah, dan mengurangi resiko terserang penyakit pembuluh darah otak ( stroke) dan jantung. Maka, penderita penyakit kencing manis, pembuluh darah, dan jantung dapat mengkonsumsi beras hitam sebagaimakanan penyehat badan.

Beras Hitam merupakan beras asli Indonesia, seharusnya kita menanamnya dan menjaganya  sebelum negara tetanga merebut peluang untuk budidaya beras hitam, seperti kasus beras hitam Adan Krayan Kalimantan yang diakui Malysia sebagai kekayaan plasma Nutfah mereka dengan nama Bario Rice, untung sudah kita rebut kembali. Kalaupun terdapat kendala mestinya dapat dipelajaridan dicarikan jalan keluarnya.

sereal padi hitamBeras hitam juga sekarang sudah bisa kita Nikmati dalam bentuk sebuah minuman yaitu “wedang beras hitam ” yang tentunya kaya manfaat dan kaya antioksidan yang berguna bagi memelihara kesehatan tubuh.Selain dapat dipakai sebagai komoditi yang memiliki nilai jual lebih tinggi dari beras biasa, diharapkan padi hitam dapat menimbulkan daya tarik tambahan bagiparawisatawan, melalui menu-menu makanan yang dibuat dari beras hitam.Walaupun sedikit terlambat, namun sangat perlu dicoba untuk mengejar ketinggalan, mengingat negara-negara tetangga sudah mulai memproduksi dalam skala yang lebih besar, terlebih padi ini merupakan hasil warisan asli dari Leluhur kita yang seharusnya kita lestarikan, bukannya pindah ketangan negeri orang lain seperti halnya Tempe, tarian Reog dan budaya2x nasional lainnya, yang terjadikarena kelalaian kita sendiri terhadap budaya asli negeri kita Indonesia.