berashitam baruHarga Beras Hitam, yang mencapai Rp 30.000,- per kilogramnya, bisa jadi dianggap mahal. Saya sering mendapati konsumen yang mengeluh mengenai harganya. Yah, memang manusia berpikir secara relatif. Beras hitam mungkin lebih dari 3x lipat daripada beras putih biasa. Tapi tampaknya pertimbangan seperti itu cukup timpang. Kurang adil. Mari kita geser sedikit ketimpangan tersebut dengan beberapa fakta. Mari kita temukan bahwa beras hitam organik murah itu nyata.

Fakta pertama: beras hitam harus dibudidayakan secara organik.

beras Hitam Kualitas Super

Hal ini berarti menuntut skill yang berbeda. Tentunya lebih rumit daripada penanaman padi biasa. Jika padi biasa mengalami gejala kekurangan nutrisi, lempar saja pupuk urea atau pupuk lainnya. Sehari dua hari masalah selesai. Namun beras hitam? Jika solusi semacam itu diberikan, bukannya sembuh, makin parah sakitnya. Anda tentu rela membayar jauh lebih mahal untuk skill seorang Johnny Andrean atau pegawainya dibandingkan dengan skill salon sembarangan.

Fakta kedua: beras hitam baru dapat dipanen setelah 6 bulan.

JeanNPuji-300x225

Ini berarti petani hanya mendapatkan penghasilan dari beras hitam setelah menunggu 6 bulan. Dibandingkan beras biasa yang hanya 3 bulan, tentunya petani padi hitam harus lebih pandai mengatur keuangan untuk sekedar kehidupan yang setara dengan petani padi biasa.

Fakta ketiga: hasil panen beras hitam jauh lebih sedikit.

beras_hitam_100831161929
Sahabat saya yang sudah bertahun-tahun menekuni penanaman beras hitam, dan dianggap sangat akrab dengan padi legendaris ini, hanya mampu memanen dibawah 2 ton padi hitam per hektarnya. Bandingkan dengan rata-rata hasil panen beras biasa nasional. Tembus angka 5 ton per hektar. Bahkan di tangan petani yang cukup ahli hari ini, dapat menembus batas psikologis 10 ton per hektar. Coba bayangkan bagaimana miskinnya petani padi hitam jika harus menyamakan harga padi hitam dengan padi biasa?

Fakta keempat: beras hitam memiliki khasiat yang dahsyat.

DiabetesMungkin karena judulnya sudah beras, maka kebanyakan benak akan mengasosiasikannya dengan beras yang sehari-hari. Atau karena warnanya yang hitam, sering diplesetkan dengan ketan hitam. Padahal beras ini memang perlu diberi tanda kutip sepertinya. Dibandingkan dengan khasiatnya, sepertinya masih cukup murah harganya.

Fakta kelima: beras hitam dikonsumsi dalam jumlah sedikit.

Walaupun aman dikonsumsi dalam jumlah besar, artinya setara dengan beras biasa seperti mongkonsumsi nasi putih, beras hitam tidak perlu dimakan sebanyak itu. Kecuali Anda ingin mengikuti gaya hidup para sultan, hehe. Cukup 2-4 sendok makan, 2 kali sehari, khasiatnya sudah sangat dahsyat untuk terapi berbagai penyakit. Dengan total 1-2 kg per bulan, sudah merupakan dosis untuk terapi. Jean Chaland pun, kehilangan leukemianya setelah mengkonsumsi 7 kg beras hitam dalam waktu 3 bulan. Ini berarti beliau menghabiskan tidak sampai Rp 3.000,- per harinya untuk pengobatan kanker darahnya itu. Adakah obat kanker yang lebih murah?

Fakta keenam: beras hitam adalah legenda beras yang eksklusif bagi kalangan bangsawan.

Beruntunglah Anda! Tak perlu jadi keturunan bangsawan atau tetua adat. Siapapun Anda, kini dapat merasakan kedahsyatan legenda beras hitam. Bahkan dengan harga yang cukup murah. Jika Anda terlahir lebih cepat, sekitar 100 tahun lalu misalnya, seberapapun Anda bayar, tak akan bisa meraih beras ini. Tanpa menjadi keturunan bangsawan, yang tentunya bukan pilihan siapapun, beras ini tak dapat diakses.

Fakta ketujuh: beras hitam masih langka.

forbidden riceMemang beras hitam mulai ramai ditanam dan relatif lebih mudah ditemui sekarang ini. Hal ini justru membuat saya senang karena berarti:

  • lebih banyak orang berminat dengan makanan sehat
  • lebih banyak orang makan makanan sehat
  • lebih banyak orang menjadi sehat
  • lebih banyak petani yang beralih menuju organik
  • dan lebih banyak tanah yang terselamatkan dari bahaya racun pertanian

Menurut teori ekonomi, barang yang langka pasti harganya tinggi. Namun sepertinya tidak terlalu berlaku bagi beras hitam. Yang berlaku justru mungkin teori promosi! Supaya laris, harganya ditekan. Coba dari fakta-fakta diatas dipertimbangkan. Bagaimana kesejahteraan petani dibandingkan dengan Anda. Bayangkan jika beras hitam murah, lalu petani menganggap beras hitam adalah komoditas yang merugikan (seperti kebanyakan anggapan petani pada komoditas organik). Dan petani yang terpaksa menanam pun menjadi semakin kere?

Fakta kedelapan: harga beras putih sebenarnya terlalu murah.

Saya sebenarnya sedih dengan sistem pasca panen padi di negeri kita. Petani seringkali terpaksa (atau karena kurang pengetahuan) menjual padinya dengan sistem “ijon” alias borongan sebelum hasilnya dipanen. Cobalah berkeliling di dunia maya dan temukan berita tentang penderitaan petani di Indonesia. Petani padi di Indonesia harus membeli beras dengan harga mahal dan tak pernah menikmati hasil jerih payahnya di sawah. Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, kekurangan beras akan menjadi kenyataan (dan mungkin sudah terjadi namun belum menjadi trending topic di twitter –> atau tak akan pernah jadi)

Baiklah pembaca yang budiman, bagaimanakah political will kita terhadap kesejahteraan petani? [Sochi]