Peningkatan pendapatan per kapita dan perubahan gaya hidup terutama di kota-kota besar, menyebabkan peningkatan prevalensi penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung koroner (PJK), hipertensi, hiperlipidemia, diabetes mellitus dan penyakit degeneratif lainnya. Data dari World Health Organization (WHO) jumlah penderita Diabetes Mellitus seluruh dunia pada tahun 2000 adalah 171.000.000. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat sehingga pada tahun 2030 menjadi 366.000.000. Di Indonesia sendiri jumlah penderita jumlah penderita Diabetes pada tahun 2000 adalah 8.426.000 dan diperkirakan menjadi 21.257.000 pada tahun 2030 (WHO, 2011).

Penderita diabetes mellitus mengalami kenaikan kadar gula darah yang signifikan setelah mengkonsumsi makanan pokok tinggi karbohidrat seperti nasi dari beras putih. Padahal, nasi sudah menjadi makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Oleh karena itu, perlu mencari solusi bahan makanan pokok yang lebih aman. Memang, banyak alternatif makanan lain pengganti makanan pokok selain nasi seperti singkong, ubi, kentang, jagung dan roti. Namun, makanan tersebut bukan berasal dari beras yang secara psikologis beras lebih memberikan rasa kenyang bagi sebagian besar orang Indonesia. Lagi pula, makanan tersebut masih mempunyai indeks glikemik yag cukup besar.

Nah, sebagai solusi, Anda bisa memilih Beras Hitam.

 

–          Apa itu beras hitam?

Sesuai namanya, beras ini berwarna hitam. Namun, beras hitam bukanlah beras ketan hitam yang selama ini sudah familiar di masyarakat. Beras hitam (Oryza sativa L.indica), merupakan jenis beras yang mengandung antosianin dalam aleuron yang lebih tinggi dibanding beras putih.

Dahulu beras hitam biasa dikonsumsi sebagai makanan sehat oleh Kaisar di negeri Cina. Hanya kalangan tertentu saja seperti kalangan bangsawan dan lingkungan istana yang boleh mengkonsumsi beras hitam, sama seperti di kerajaan Nusantara. Masyarakat biasa tidak boleh mengkonsumsi beras istimewa ini. Oleh karena itu, beras hitam ini disebut juga “beras terlarang” atau “forbidden rice”.

Budidaya beras hitam termasuk sulit dibandingkan dengan beras putih. Usia panen beras hitam relatif lebih lama sekitar 6 bulan dibandingkan dengan beras putih. Beras hitam mempunyai batang padi yang lebih tinggi sekitar 2 M. Beras ini juga berbau wangi, oleh karena itu, beras hitam ini lebih disukai oleh burung. (Ternyata burung pun bisa memilih makanan yang berkualitas).

–          Kandungan beras hitam

Sebenarnya apa saja kandungan beras hitam?

Dari Tabel Komposisi Pangan Indonesia dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (2009) kandungan zat gizi beras hitam dan beberapa jenis beras dalam 100 gram bahan makanan adalah seperti pada tabel berikut ini.

TABEL

KOMPOSISI GIZI BERBAGAI BERAS

No Nama bahan Energi (kkal) Protein (gram) Karbohidrat (gram) Lemak (gram) Serat (gram)
1 Beras hitam 351 8 1,3 76,9 20,1
2 Beras putih 357 8,4 1,7 77,1 0,2
3 Beras merah 352 7,3 0,9 76,2 0,8
4 Beras ketan putih 361 7,4 0,8 78,4 0,4
5 Beras ketan hitam 360 8 2,3 74,5 1

Dari tabel diatas terlihat bahwa kandungan serat beras hitam sangatlah tinggi jika dibandingkan dengan beras putih yang biasa dikonsumsi masyarakat. Serat sangat berpengaruh dalam pengaturan kadar gula darah penderita diabetes mellitus. Menurut Penuntun Diet Penyakit Diabetes Mellitus, asupan serat bagi pasien diabetes mellitus dianjurkan sejumlah 25 gram/hari 14. Tjokroprawiro (1996) mengatakan dalam diet Diabetes Mellitus juga diperlukan serat yang dapat menekan kadar glukosa darah sesudah mengkonsumsi makanan.  Serat ini bisa menghambat penyerapan glukosa makanan sehingga sangat membantu dalam mengendalikan kadar gula darah 8.

–          Indeks Glikemik beras hitam

Berdasarkan indeks glikemik, makanan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu makanan dengan indeks glikemik rendah (indeks glikemik <55), makanan dengan indeks glikemik sedang (indeks glikemik antar 55-75) dan makanan dengan indeks glikemik tinggi (indeks glikemik >75) 23.Menurut penelitian dari Yang et al, 2006 indeks glikemik beras hitam jauh lebih rendah daripada beras putih. Indeks glikemik beras hitam adalah sekitar 42,3±9,0, sedangkan indeks glikemik dari beras putih adalah 82,3±3,1.

–          Berdasarkan kelompok tersebut beras hitam termasuk dalam kelompok makanan dengan indeks glikemik rendah dan beras putih termasuk dalam kelompok makanan dengan indeks glikemik tinggi. Mengkonsumsi makanan yang mempunyai indeks glikemik rendah akan memperlama rasa kenyang dan mampu menjaga kestabilan kadar gula darah. Makanan dengan indeks glikemik tinggi tidak bagus untuk penderita diabetes mellitus dan orang yang mengalami gangguan keseimbangan kadar gula darah 23.